Jeshita's personal journal of motherhood, fun-learning with the kid, homeschooling, muslim personal development, recipes, and other things she loves.

Tampilkan postingan dengan label home education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label home education. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2016

Menanamkan Budaya Membaca Sejak Dini

minat baca dan perpustakaan mini

Upaya apa saja yang kami lakukan untuk menumbuhkan minat baca Si Teteh?


Sebagai orangtua di zaman serba teknologi ini, kami berusaha meminimalisir paparan media elektronik terhadap Si Teteh. Terutama yang fungsinya untuk hiburan. Oleh karena itu, kami perlu menciptakan budaya yang ideal untuk keluarga kami.

Saya dan suami memang tidak memiliki budaya membaca sejak kecil. Namun, kami telah meningkatkan minat membaca kami beberapa tahun belakangan ini. Kami memilih untuk menciptakan minat membaca sejak dini untuk anak-anak kami. Untuk itu, kami telah memperkenalkankan kebiasaan membaca kepada Si Teteh sejak bayi. 

Harapannya buku dapat menjadi salah satu sumber kesenangan bagi Si Teteh dan adik-adiknya kelak. Selain menyediakan beragam buku dan rutin membacakannya kepada Si Teteh, kami membelikan sebuah rak buku sebagai salah satu hadiah ulang tahunnya kemarin. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk menanamkan budaya membaca dalam keluarga kami. Mari disimak lebih lanjut.

Kamis, 14 April 2016

Semangat Homeschooling Semasa Kehamilan Kedua

homeeducation-selagi-hamil

Pernahkah teman-teman merasa terintimidasi dengan kegiatan bersama anak yang dilakukan keluarga lain?


Hal inilah yang sering saya alami belakangan ini. Sebelum hamil calon adiknya Si Teteh, saya rajin menyiapkan rencana mingguan untuk kegiatan bermain/belajar. Namun kehamilan kali ini, membuat saya sangat kewalahan mengatur jadwal antara mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus keluarga, dan memfasilitasi homeschooling.

Saya tidak menyangka kalau kehamilan kali ini membuat semangat saya menjadi fasilitator homeschooling menurun drastis. Terutama di trimester pertama dengan kondisi lelah dan mual yang berlangsung hampir sepanjang hari. Awalnya saya cukup tertekan jika melihat berbagai aktivitas menarik yang dilakukan keluarga lain.

Alhamdulillah, di trimester kedua kondisi kehamilan saya mulai membaik. Saya pun bangkit dan mulai mengumpulkan semangat untuk menata kembali jalannya homeschooling keluarga kami. Mari simak kisah selengkapnya.

Kamis, 12 November 2015

Cara Mengelola Keseharian Homeschooling

- Agenda bulanan yang dipajang di kulkas -

Alhamdulillah. Minggu lalu sampai juga di sesi kesembilan, webinar terakhir yang disertai materi. Sedangkan sesi kesepuluh malam ini akan menjadi wadah tanya jawab dan diskusi. Antara senang dan sedih. Senang karena sudah lengkap mendapatkan materi webinar homeschooling Rumah Inspirasi. Sedih juga karena akan kehilangan rutinitas yang bermanfaat dan menyenangkan di hari Kamis malam. Cukup sekian tentang perasaan saya, yuk kita lanjut ke topiknya.

Pengelolaan keseharian homeschooling merupakan pembahasan sesi kesembilan kemarin. Inti dari cara mengatur keseharian homeschooling terletak pada waktu dan perhatian, terutama yang diberikan oleh orangtua kepada anak. Waktu dan perhatian merupakan landasan utama dalam membangun ikatan keluarga. Ikatan keluarga yang erat akan mendukung perkembangan psikologis anak.

Sehingga penting sekali bagi keluarga homeschooling untuk mengatur pola keseharian. Rencana kegiatan keseharian perlu dipikirkan dan diatur sesuai dengan kondisi keluarga. Tujuannya untuk menghadirkan kenyamanan bagi orangtua dalam memfasilitasi proses pembelajaran. Kenyamanan orangtua dalam berkegiatan dengan anak akan menciptakan kondisi keseharian (baca: belajar) yang menyenangkan. Baca selengkapnya mengenai cara mengelola keseharian keluarga kami.

Kamis, 05 November 2015

Evaluasi Dalam Homeschooling, Perlukah?

Buku-buku yang saat ini sedang dibaca, sebagai sumber pengetahuan dan peninjauan tumbuh kembang Si Teteh
Pada awal saya melakukan research mengenai homeschooling, saya sempat mempertanyakan "Perlukah melakukan evaluasi? Penting ya? Bagaimana caranya? Apakah saya harus memberikan ujian kepada anak? Apakah seperti rapor atau catatan kecil orangtua saja sudah cukup? Uhm...agak pusing memikirkannya. Menurut saya ini merupakan salah satu aspek homeschooling yang pelaksanaannya dapat menjadi beban, khususnya untuk saya selaku fasilitator utama.

Setelah mengikuti webinar sesi kedelapan (29 Oktober) bersama Rumah Inspirasi, saya mendapatkan pencerahan bahwa proses evaluasi tidak seberat yang saya bayangkan. Bahkan mindset saya telah berubah. Evaluasi bertujuan untuk merefleksikan proses homeschooling yang dijalani, bukan hanya sekedar penilaian hasil belajar anak seperti dalam rapor sekolah.

Intinya proses ini merupakan alat bantu agar orangtua dan anak dapat meningkatkan kinerja dalam proses pembelajaran. Rumah Inspirasi menekankan bahwa evaluasi jauh lebih dalam dan lebih luas dari hanya sekedar rapor. Lalu bagaimana cara mengevaluasi proses homeschooling? Selengkapnya baca terus dalam tulisan ini.

Kamis, 29 Oktober 2015

Merangkul Internet Menjadi Sahabat Homeschooling

 Rutinitas mendengarkan streaming murotal, dilengkapi dengan visual

Menurut Rumah Inspirasi ada tiga pilar dalam menjalani homeschooling. Dua diantaranya telah diulas dalam tulisan saya sebelumnya mengenai pembelajar mandiri, serta belajar melalui kehidupan. Sesi ketujuh pada Kamis lalu membahas tentang tiang yang ketiga, pentingnya Internet dalam menjalani Homeschooling.

Teknologi mendukung para pembelajar mandiri untuk belajar kapan saja dan di mana saja dengan materi yang berlimpah. Sehingga para praktisi homeschooling tidak bergantung kepada pengajar atau lembaga tertentu. Internet memiliki keterlibatan yang sangat jelas dalam mendukung kehidupan keluarga homeschooling dan proses pembelajaran mandiri.

"Personally I'm always ready to learn, although I do not always like being taught," —Winston Churchill

Selain memberikan dampak penting dalam kemandirian, pengaruh Internet dapat diibaratkan seperti dua sisi mata uang. Jika dirangkul dan dimanfaatkan dengan benar, Internet menjadi sumber dan sarana belajar yang sangat berharga. Internet merupakan jendela pengetahuan, serta menjadi sekolah dan perpustakaan terbesar di dunia, yang memudahkan penggunanya untuk mendapatkan materi yang berkualitas. Di sisi lain, jika tidak digunakan dengan bijaksana teknologi dapat menghadirkan ancaman, terutama untuk anak-anak. Tantangannya adalah banjir informasi, dan bahaya lainnya yaitu kecanduan (online game, Facebook, dll), pornografi, kejahatan Internet, bahkan cyberbullying yang marak di kalangan remaja. Jadi bagaimana kita sebagai orangtua menyikapinya? Baca terus ya.

Kamis, 22 Oktober 2015

Keutamaan Homeschooling: Memaknai Kehidupan Keseharian

Waktu santai bersama Garong -
Mohon abaikan outfit makan Si Teteh yang sudah kekecilan ^_^

Alhamdulillah, minggu ini saya dapat memenuhi dua deadline pribadi untuk sharing pengalaman Webinar Rumah Inspirasi. Refleksi pengalaman dari sesi kelima, yang mengulas tentang pembelajar mandiri sebagai inti proses dan hasil akhir homeschooling, telah saya share hari Minggu kemarin. Sedangkan tulisan hari ini didedikasikan untuk sesi keenam (15 Oktober 2015), yang membahas salah satu topik homeschooling favorit saya, memanfaatkan dan memaknai kehidupan keseharian.

Pada umumnya, banyak orang (baca: termasuk saya sebelumnya) menganggap belajar itu merupakan proses belajar mengajar seperti di sekolah. Prosedurnya melibatkan pengajar (guru) dan siswa yang dibatasi oleh beberapa unsur diantaranya kegiatan di dalam bangunan sekolah, dalam jangka waktu tertentu setiap harinya, serta menitikberatkan pada penggunaan buku dan proses mengajar (guru menjelaskan dan siswa mendengarkan).

Hal tersebut sering menimbulkan keraguan, kebingungan, bahkan kepanikan dalam proses awal homeschooling. Namun, sebenarnya sebagian besar proses belajar dalam homeschooling terletak pada pemanfaatan dan pemaknaan kehidupan sehari-hari. Kehidupan merupakan kurikulum alami yang dimiliki setiap orang, dan dunia ini merupakan ruang kelasnya. Dari pengalaman hidup kita inilah, kita mendapatkan keterampilan yang paling berharga dan paling dibutuhkan.

Orangtua tidak perlu khawatir tentang apa yang perlu diajarkan kepada anak, bagaimana cara mengajarnya, ataupun merasa kurang percaya diri karena keterbatasannya. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memfasilitasi anak secara maksimal dalam belajar melalui kehidupan. Penasaran dengan cara belajar melalui keseharian? Silahkan disimak.

Minggu, 18 Oktober 2015

Inti Proses dan Hasil Akhir Homeschooling: Anak Sebagai Pembelajar Mandiri

Gambar: Pola Pikir Pembelajar Mandiri.*
*) Pola pikir pada gambar di atas saya kembangkan dari dua sumber teori: UBC dan Prism Projects
Ilustrasi anak-anak - 'School Portraits' - merupakan karya dari: Erica Sirotich.

Sayang sekali saya tidak dapat mengikuti sesi kelima Webinar Rumah Inspirasi pada Kamis, 8 Oktober lalu. Alhamdulillah, setiap sesi selalu ada rekamannya. Sehingga saya masih dapat merefleksikan pengetahuan yang didapat dari sesi tersebut.

Langkah-langkah memulai homeschooling yang meliputi pemilihan metodenya, perancangan visi keluarga, dan penyusunan kurikulum/panduan pendidikan, telah saya ulas dalam beberapa tulisan sebelumnya. Selanjutnya, praktisi (atau calon praktisi) perlu mengetahui pentingnya mempersiapkan anak menjadi pembelajar mandiri. Mau tahu lebih dalam mengenai pembelajar mandiri? Dibaca terus ya.

Senin, 12 Oktober 2015

Perlukah Menyusun Kurikulum dan Pola Kegiatan Homeschooling? Bagaimana Caranya?

Seri buku favorit Si Teteh dan belajar membersihkan kaki di atas alas

Halo teman-teman. Alhamdulillah. Tingkat kesibukan saya cukup padat beberapa minggu belakangan. Sehingga agak telat untuk berbagi pengalaman Webinar Rumah Inspirasi sesi keempat pada hari Kamis 1 Oktober lalu. Tapi...better late than never. Masih tertarik? Silahkan disimak. :)

Pokok pembahasan dalam sesi tersebut adalah panduan homeschooling; diantaranya meliputi kurikulum, materi belajar, dan pola keseharian anak usia dini dan usia sekolah. Saya membatasi tulisan ini untuk anak usia dini, yang merupakan fokus homeschooling keluarga kami saat ini. Semoga sesuai dengan informasi yang teman-teman butuhkan. Silahkan dibaca lebih lanjut.

Selasa, 22 September 2015

Metode Homeschooling Keluarga Kami

- Area Bermain Si Teteh -

Pengalaman menyenangkan mengenai dasar-dasar homeschooling dalam sesi pertama webinar Rumah Inspirasi membuat saya menanti-nantikan sesi keduanya. Alhamdulillah, sesi kedua yang dilaksanakan Kamis lalu juga menarik, informatif, dan padat (kurang rasanya dua jam...haha). Kali ini pembahasan meliputi model-model homeschooling.

Setelah memahami landasan homeschooling, langkah selanjutnya adalah mempelajari metode-metodenya. Dengan mempelajari pilihannya, kita dapat menentukan pendekatan homeschooling yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi anak dan keluarga.

Kebanyakan praktisi homeschooling tidak hanya menggunakan satu metode, tetapi bisa menerapkan dua atau lebih metode yang dianggap paling sesuai. Dimana seiring berjalannya waktu dapat menjadi metode unik keluarga. Silahkan disimak lebih lanjut untuk mengetahui lebih dalam mengenai pilihan model yang ada dan metode unik keluarga kami.

Selasa, 15 September 2015

Homeschooling, Insya Allah Pilihan Tepat.



Uhm...homeschooling?

Ide menjalani homeschooling untuk putri kami tercetus oleh suami. Awalnya saya merasa ragu, karena pasti saya yang akan mengemban tanggung jawabnya. Ketakutan terbesar saya yaitu mengenai pembagian waktu keseharian dan waktu belajar anak, juga tentang cara belajar dan kurikulum...ah mikirinnya saja pusing. Namun, saya tetap membuka pikiran untuk pilihan ini. Saya termasuk orang yang penuh dengan persiapan dan perencanaan, sehingga saya perlu melakukan research yang mendalam untuk meyakinkan diri saya sebelum mengambil keputusan.

Dari beberapa bulan lalu saya memulai browsing-browsing dengan tema pencarian 'Homeschooling Keluarga Indonesia'. Jika Anda mengetik dan mencarinya melalui search engine, maka akan keluar hasil pencarian yang salah satu diantaranya adalah situs Rumah Inspirasi. Saat mengunjunginya untuk pertama kali, saya langsung jatuh hati. Serasa mendapat pencerahan...TA-DA! Alhamdulillah. Ingin tahu pencerahannya seperti apa? Yuk, baca lebih lanjut.
Happiness Through Sharing And Caring . All rights reserved. BLOG DESIGN BY Labinastudio .