Pernahkah teman-teman merasa terintimidasi dengan kegiatan bersama anak yang dilakukan keluarga lain?
Hal inilah yang sering saya alami belakangan ini. Sebelum hamil calon adiknya Si Teteh, saya rajin menyiapkan rencana mingguan untuk kegiatan bermain/belajar. Namun kehamilan kali ini, membuat saya sangat kewalahan mengatur jadwal antara mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus keluarga, dan memfasilitasi homeschooling.
Saya tidak menyangka kalau kehamilan kali ini membuat semangat saya menjadi fasilitator homeschooling menurun drastis. Terutama di trimester pertama dengan kondisi lelah dan mual yang berlangsung hampir sepanjang hari. Awalnya saya cukup tertekan jika melihat berbagai aktivitas menarik yang dilakukan keluarga lain.
Alhamdulillah, di trimester kedua kondisi kehamilan saya mulai membaik. Saya pun bangkit dan mulai mengumpulkan semangat untuk menata kembali jalannya homeschooling keluarga kami. Mari simak kisah selengkapnya.

