Jeshita's personal journal of motherhood, fun-learning with the kid, homeschooling, muslim personal development, recipes, and other things she loves.

Tampilkan postingan dengan label permainan sensori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label permainan sensori. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2016

Sesi Keempat Kelas Bayi Bermain 2016 (2): Mengenal Aroma

rumah-dandelion-2016-motorik-halus

Tahukah teman-teman bahwa mengenalkan aroma merupakan salah satu kegiatan yang dapat menstimulasi otak anak?


Bayi mengenali orangtuanya dalam masa awal kehidupannya bukan melalui wajah, tetapi melalui aroma. Bayi pun dapat mengenali aroma air susu ibu. Aroma juga erat hubungannya dengan memori, karena seorang anak dapat mengasosiasikan aroma tertentu dengan sebuah ingatan yang berharga.

Oleh karena itu, merangsang indra penciuman dapat dijadikan salah satu cara untuk menstimulasi perkembangan otak anak. Kali ini salah satu kegiatan utama yang dihadirkan oleh Tim Rumah Dandelion adalah mengenalkan beberapa aroma dalam Kelas Bayi Bermain. Yuk, dibaca keseluruhan aktivitas sesi kemarin.

Kamis, 17 Maret 2016

Sesi Kedelapan Kelas Bayi Bermain 2016: Tangkap Bebek Dalam Flubby Jelly


Sampai juga di pertemuan terakhir periode Januari/Maret 2016. Seperti apa kegiatannya?


Dalam sesi terakhir ini, kami melakukan tiga aktivitas utama. Diantaranya permainan pilah warna dengan garasi dari kardus, kegiatan craft membuat mobil-mobilan dari piring kertas, dan yang terakhir tetapi paling berkesan, main tangkap bebek di dalam flubby jelly. We love messy play. YAY!

Di penghujung acara, seluruh isi kelas melakukan foto bersama untuk kenang-kenangan. Lalu seperti periode sebelumnya, kami mendapatkan bingkisan dari Tim Rumah Dandelion. Ingin tahu apa kejutannya? Dibaca saja ya.

Minggu, 13 Desember 2015

Sesi Ketujuh Kelas Bayi Bermain: Instruksi, Sensori Auditori, dan Kreativitas

melatih-kreativitas-memecahkan-masalah

Mengasah kemampuan menerima instruksi, menerima stimulasi auditori, dan meningkatkan kreativitas dalam memecahkan masalah, dapatkah satu sesi mencakup seluruh tujuan-tujuan ini?


Ya, tentu saja. Kemarin dalam Kelas Bayi Bermain kami melakukan beberapa permainan dengan beragam objektif. Memang satu permainan tidak dilakukan secara intensif, tetapi pengalaman singkat dalam setiap kegiatannya banyak membuka mata kami sebagai orangtua. Bagi kami, aktivitas yang dilakukan bersama Rumah Dandelion dapat dijadikan inspirasi untuk kegiatan yang kami lakukan di rumah. Terutama untuk kegiatan yang belum mahir dilakukan oleh Si Teteh.

Seberapa pentingnya mengasah hal-hal yang disebutkan di atas? Aspek-aspek yang dilatih dalam sesi ketujuh kemarin merupakan kemampuan dasar yang diperlukan oleh balita sebagai modal tumbuh kembangnya yang akan dibutuhkan saat menerima ransangan/situasi di saat dewasa nanti. Kurangnya stimulasi usia dini dapat menimbulkan gangguan atau reaksi yang kurang tepat di saat seseorang menerima stimulus yang tidak biasa dihadapi.

Intinya, kelas kemarin ini terasa sungguh padat kegiatannya. Mungkin karena suasana kelas yang terasa begitu seru membuat kami lupa waktu. Untuk mengetahui keasyikan yang kami alami kemarin, silahkan dibaca selengkapnya.

Minggu, 29 November 2015

Sesi Kelima Kelas Bayi Bermain: Melatih Kesabaran

Serukah permainan untuk mengasah kesabaran anak?


Kerap kali anak usia dini menginginkan sesuatu secara instan. Mereka pun belum dapat diarahkan untuk menunggu menggunakan konsep hitungan menit. Oleh karena itu, tema besar dari Kelas Bayi Bermain Rumah Dandelion kali ini bertujuan melatih kesabaran anak. Melalui permainan sensori anak dapat diasah kemampuannya untuk bersabar dalam berproses, menunggu antrian bermain, atau menunggu bahan-bahan permainan selesai disiapkan. 

Uhm...awalnya saya berpikir "Permainan yang berhubungan dengan kesabaran itu seru ga ya?" Ternyata sangat menyenangkan lho. Di akhir kelas kami kegerahan penuh keringat karena asyiknya bermain. Dibaca selengkapnya keseruan yang kami alami kemarin.

Minggu, 22 November 2015

Sesi Keempat Kelas Bayi Bermain: Melatih Konsentrasi Melalui Permainan Sensori



Permainan seperti apa yang dapat meningkatkan daya konsentrasi anak?


Kemampuan konsentrasi anak usia dini tergolong cukup singkat. Menurut Rumah Dandelion, anak usia 16-19 bulan seperti Si Teteh sanggup untuk konsentrasi selama 2-3 menit. Hah, ibunya menyiapkan permainan repot-repot, tapi anaknya main hanya sekejap. Eits...jangan patah semangat. Mainannya mungkin dapat disimpan untuk waktu main berikutnya. 

Tahukah teman-teman kalau daya konsentrasi anak dapat diasah? Nah, Kelas Bayi Bermain Rumah Dandelion kali ini fokus dalam melatih daya konsentrasi anak. Melalui sesi ini kami melakukan beberapa permainan sensori yang dilakukan sambil duduk. Walaupun berdiam di satu tempat, Si Teteh yang mudah bosan terlihat menikmati ragam permainannya. Ingin tahu bagaimana pengalaman kami kemarin? Disimak saja.

Minggu, 15 November 2015

Sesi Ketiga Kelas Bayi Bermain: Pengenalan Konsep Melalui Permainan


Memangnya konsep seperti apa sih yang dapat dikenalkan melalui permainan?


Dari Kelas Bayi Bermain sesi ketiga, saya baru menyadari bahwa permainan sensori dapat mengajarkan anak tentang beragam konsep, seperti banyak-sedikit, besar-kecil, bentuk, dan warna. Adapula pengenalan konsep abstrak, diantaranya remas, tuang, tumpah, menyerap, dll. Komunikasi yang dilakukan pada saat mengenalkan konsep-konsep tersebut juga dapat memperbanyak kosakata anak. 

Wah, ternyata banyak ya manfaat permainan sensori. Lalu, bagaimana dengan cara bermainnya? Mudah dan sederhana saja. Hanya butuh beberapa alat, perhatian penuh, dan kesabaran orang tua. Seperti apa pengalaman Si Teteh dalam sesi ketiga kemarin?
Happiness Through Sharing And Caring . All rights reserved. BLOG DESIGN BY Labinastudio .