Jeshita's personal journal of motherhood, fun-learning with the kid, homeschooling, muslim personal development, recipes, and other things she loves.

Tampilkan postingan dengan label motherhood. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motherhood. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2016

Berkah dan Hikmah Kelahiran Anak Kedua

cobaan dan nikmat kedatangan anak kedua

Bagaimana kehadiran anak kedua mempengaruhi kehidupan kami?


Kehadiran anak kedua tentu saja menambah kebahagiaan di dalam keluarga kami. Hari-hari kami semakin dipenuhi dengan canda, kasih sayang dan hiruk-pikuk kesibukan mengurus bayi, serta menemani Si Teteh yang semakin lincah. Namun, beberapa minggu sebelum proses persalinan adiknya Si Teteh - mari kita sebut dengan panggilan Si Aa (In shaa Allah masih akan diberikan kesempatan untuk mendapatkan keturunan lagi...hehe) - saya sempat khawatir akan kemampuan diri ini dalam mengemban peran sebagai ibu dari dua anak.

Banyak hal yang menjadi buah pikiran saya, salah satunya didasari dari perbedaan antara kondisi fisik dan pikiran saya saat mengandung Si Teteh dibandingkan dengan saat hamil Si Aa. Saya pun khawatir mengenai proses persalinannya, apakah akan lancar? Apakah saya dapat menjadi ibu yang baik untuk kedua anak kami? Apakah saya dapat membagi kasih sayang kepada keduanya secara adil? Dan masih banyak lagi pikiran lain yang menghantui saya.

Alhamdulillah, satu demi satu kekhawatiran tersebut memudar seiring berjalannya proses persalinan. Kelahiran Si Aa memberikan makna tersendiri untuk saya dan membawa banyak berkah serta perubahan bagi kami sekeluarga. Mari disimak lebih lanjut mengenai berkah dan hikmah dari kehadiran anak kedua kami.

Kamis, 21 Juli 2016

The Terrible Twos & The Terrible Me

temper tantrum anak usia dini dua tahun

Apakah teman-teman pernah merasa frustrasi ketika anak sedang tantrum?


Begitulah kiranya yang saya rasakan selama hampir satu bulan ini. Si Teteh yang menginjak usia 2 tahun di pertengahan Juni lalu, mulai memasuki fase tantrum beberapa hari setelah hari ulang tahunnya.  Nampaknya due date kelahiran calon adiknya, yang semakin mendekat, juga ikut menjadi faktor pemicu tahap kesulitan emosional yang dialaminya.

Ini merupakan pengalaman fase ledakan emosi pertama yang kami alami. Saya cukup kewalahan dalam menghadapinya. Beberapa kali di saat Si Teteh tantrum, saya ikut tak kuasa menahan emosi. Alhamdulillah, belakangan saya mulai dapat mengembalikan rasa percaya diri saya sebagai ibu yang dapat diandalkan. Saya pun mulai menikmati kembali hari-hari bersama Si Teteh.

Namun, perjalanan baru dimulai. Hari ini bisa baik-baik saja, sedangkan esoknya badai mungkin datang kembali. Yuk, disimak pengalaman dan hikmah yang saya dapat dalam menghadapi tahapan terrible twos ini.

Kamis, 16 Juni 2016

Genap Dua Tahun Menjadi Ibu: Nikmat Terindah dan Ujian Terberat

nikmat terindah dan ujian terberat

Apa yang saya pelajari, pahami, amalkan dan relakan selama dua tahun menjadi ibu?


Luar biasa banyaknya, dari yang termudah sampai yang tersulit. Dari yang dilalui begitu saja sampai yang masih selalu terbayang dalam benak ini setiap harinya. Terkadang merasa puas dan melambung tinggi dengan pencapaian kecil dari keseharian yang saya lalui bersama Si Teteh. Namun, sering juga menyusruk terpuruk karena kesalahan/kekhilafan yang terus terulang.

Ada yang mengatakan bahwa anugerah terindah bagi wanita adalah dengan menjadi seorang ibu. Adapula yang mengatakan salah satu cobaan terbesar dalam hidup seorang wanita juga dengan menjadi ibu. Saya setuju dengan kedua hal tersebut, karena bagi saya menjalani hari-hari sebagai ibu merupakan salah satu karunia terindah dari Allah, juga perjuangan terberat. Ingin tahu lebih lanjut mengenai renungan saya di genap dua tahun usianya Si Teteh? Silakan dibaca.

Selasa, 22 Desember 2015

Surat Untuk Mama Tersayang


Dahulu, hari ibu biasa berlalu begitu saja. Hanya sekadar ucapan selamat hari ibu yang saya utarakan untuk mama tersayang. Namun, hari ini terasa begitu berbeda karena dipenuhi rasa rindu yang sangat dalam.


Surat ini ditulis untuk mengenang mama tersayang yang telah pergi lebih dulu menemui Allah SWT bulan April lalu. Menjelang hari ibu, rasa kangen yang berlebihan merasuki hati ini. Hal tersebut memotivasi saya untuk berbagi melalui tulisan ini.

Sesungguhnya surat ini saya tujukan untuk teman-teman pembaca. Dengan harapan agar setelah membacanya teman-teman yang masih memiliki ibu terdorong untuk lebih sering mencurahkan kasih sayangnya. Juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada ibunda tercinta. 

Sedangkan bagi mereka yang sudah ditinggalkan, saya ingin mengajak untuk lebih giat dalam mendoakan dan beramal ibadah. Agar ibu yang kita sayangi senantiasa diberikan kesejukan dan dilapangkan kuburnya oleh Allah. Aamiin. Yuk, dibaca selengkapnya surat ini.
Happiness Through Sharing And Caring . All rights reserved. BLOG DESIGN BY Labinastudio .