Apakah teman-teman pernah merasa frustrasi ketika anak sedang tantrum?
Begitulah kiranya yang saya rasakan selama hampir satu bulan ini. Si Teteh yang menginjak usia 2 tahun di pertengahan Juni lalu, mulai memasuki fase tantrum beberapa hari setelah hari ulang tahunnya. Nampaknya due date kelahiran calon adiknya, yang semakin mendekat, juga ikut menjadi faktor pemicu tahap kesulitan emosional yang dialaminya.
Ini merupakan pengalaman fase ledakan emosi pertama yang kami alami. Saya cukup kewalahan dalam menghadapinya. Beberapa kali di saat Si Teteh tantrum, saya ikut tak kuasa menahan emosi. Alhamdulillah, belakangan saya mulai dapat mengembalikan rasa percaya diri saya sebagai ibu yang dapat diandalkan. Saya pun mulai menikmati kembali hari-hari bersama Si Teteh.
Namun, perjalanan baru dimulai. Hari ini bisa baik-baik saja, sedangkan esoknya badai mungkin datang kembali. Yuk, disimak pengalaman dan hikmah yang saya dapat dalam menghadapi tahapan terrible twos ini.
Namun, perjalanan baru dimulai. Hari ini bisa baik-baik saja, sedangkan esoknya badai mungkin datang kembali. Yuk, disimak pengalaman dan hikmah yang saya dapat dalam menghadapi tahapan terrible twos ini.
