Pada kehamilan pertama, saya hanya memeriksakan diri kepada satu dokter dan langsung cocok. Tidak ada yang kurang dari dokter tersebut. Lalu, mengapa saya memutuskan untuk mencari dokter kandungan lain pada kehamilan kedua?
Faktor pertama, karena di kehamilan kedua ini saya sudah berhijab. Sehingga dengan berat hati harus merelakan untuk berpaling dari dokter (laki-laki) handal yang membantu proses persalinan Si Teteh. Ada yang menyampaikan kalau urusan profesionalisme tidak apa-apa untuk ke dokter lawan jenis. Namun, hati ini gundah gulana. Daripada ragu, ya lebih baik cari solusi terbaik.
Yang berikutnya, kami (saya dan suami) ingin mencari rumah sakit yang lebih dekat dengan tempat tinggal kami di Kelapa Gading. Rumah sakit kelahiran Si Teteh di bilangan Kemang itu menurut saya sudah ok sekali. Dari cara/sistem mendaftar saat check-up, pelayanan suster dan pegawai, serta kondisi rumah sakitnya untuk saya lebih dari cukup. Berhubung sekarang sudah ada Si Teteh, tak sangguplah repot-repot ke rumah sakit yang jauh lagi. Yuk, dibaca awal kisah pencarian dokter kandungan untuk calon adiknya Si Teteh.